About Me

Hallo, , Junita itu adalah nama lengkapku. Singkat, jelas dan padat😀. Nama panggilan bebas tergantung lingkungannya, teman sekolah & kuliah lebih seringan manggil Jun, Keluarga lebih gampangan manggil Nita. Sebenarnya aku masih punya juga nama kecil sih, cuma malu aja dipublikasikan,😀. Aku lahir tanggal 05 Juni 1991, jadi sekarang umurku pas 20 tahun. Engga sesuai wajah dengan tahun kelahiran, aku dioloki tua wajah daripada umurnya,😀😀😀. Anggota keluarga, ada Mama dan Abah(Alm) serta ke 4 kakak laki-lakiku. Walaupun anak paling bungsu dan anak cewek sendiri, aku engga begitu diistimewakan dan itu faktanya. Walaupun demikian, aku sangat menyayangi keluargaku. Bagiku keluarga itu adalah kehidupanku. Keluarga itu merupakan prioritas utamaku. I Love My Family So Much. Karena aku besar di lingkungan yang keras dan rentan cobaan serta ujian hidup jadi itu semua mempengaruhi pola pikir dan kepribadianku(aku akui itu🙂 ).

Tinggiku 169 cm. Berat 59 kg, gara-gara lebaran kemaren jadi ngelonjak berat badanku😀 dan engga mau turun-turun beratnya😦. Sekarang lagi kuliah di jurusan Sistem Informasi semester 7 di STMIK PPKIA Tarakanita Rahmawati Tarakan. Gol Darahku itu B. Hobi dengarin musik, engga bisa tidur tanpa headphone ku ditelinga (maklum aja kalau rada-rada budeg). Doyan cengengesan, senyum-senyum engga jelas kalau lagi dijalan😀 . Dan Alhamdulillah Ya, aku punya banyak banyak banyak banyak sekali teman. Itulah yang membuat ku beruntung. Aku bangga dengan semua orang yang aku temui dalam hidupku🙂 .

#Bonus#😀

Hal-hal yang tak pernah aku ungkapkan ke orang lain, kali ini akan ku ungkapkan disini.

Besar di keluarga yang engga lengkap, itu sangat engga mudah buatku. Kehilangan satu anggota keluarga aja udah buat kehidupan ku berubah 360 derajat, berubah total. Aku berbicara seperti itu bukan karena aku berat melepaskan seseorang yang seharusnya pergi, tapi kenapa sepertinya terlalu sulit untuk melanjutkan hidup setelah kamu merasakan kehilangan. Bahkan buruknya masa-masa sulit seperti itu justru aku lalui ketika aku masih terlalu kecil untuk bisa memahaminya. Merangkak setahap demi setahap demi bertahan hidup, itulah yang aku dan keluarga ku usahakan. Seperti keluarga lainnya yang sebahagia-bahagiapun mereka tak mungkin tak punya masalah, begitulah juga kami🙂 . Melihat situasi seperti itu aku pun tumbuh dengan karakter tertutup. Di keramaian aku tersenyum, tertawa layaknya anak-anak yang memiliki kehidupan normal. Tapi ketika aku sendiri, aku lebih jujur terhadap diriku sendiri seperti apa aku. Ada hal dalam diriku yang engga pernah bisa ku bagikan dengan orang lain. Bukan ku tidak mau hanya saja sulit bagiku untuk bisa mencurahkan apa yang aku pikirkan dan apa yang kurasakan. Kalaupun ku ceritakan, setelah aku cerita belas kasihan darimu atau yang lain pun engga akan membantu. Dan aku benci untuk dikasihani. Lagipula memperlihatkan sosok menyedihkan dalam diriku justru akan membuatku semakin terpuruk. Keluar dari persembunyianku, tersenyum dan tertawa seperti biasanya seakan semuanya baik-baik saja itu membuatku merasa jauh lebih baik, walaupun itu tidak menurutmu ataupun orang lain.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: